SURAT PEMBACA: Usul-usul Hariyanto Imadha
yang Telah Direalisasikan Pemerintah
SEJAK 1973 saya aktif menulis surat pembaca. Mayoritas isinya merupakan kritik pencerahan dan usul-usul untuk pemerintah dan untuk siapa saja. Hingga 2010 sudah lebih 7.000 judul surat pembaca yang saya buat. Sebagian usul saya sudah direalisasikan pemerintah, namun sebagian lagi belum menjadi kenyataan.
Boleh saja ada yang mengatakan bahwa ada orang lain yang punya ide yang sama. Boleh saja orang mengatakan pemerintah juga punya ide yang sama. Namun yang terjadi selama ini adalah, setelah surat pembaca saya dimuat, kemudian apa yang saya tulis menjadi kenyataan. Ada yang segera menjadi kenyataan, namun banyak juga setelah bertahun-tahun baru menjadi kenyataan.
Tentu, sudah banyak redaksi surat kabar yang mengenal nama saya. Usul juga saya kirim melalui email ke DPRRI maupun ke presiden atau departemen/kementerian yang bersangkutan.
A.Usul-usul yang sudah menjadi kenyataan.
-Usul universitas terbuka
-Usul pemilu langsung
-Usul PSB online
-Usul penggunaan huruf Jawa di Yogya dan Bali
-Usul nama-nama halte bus di Jakarta
-Usul KTP Nasional lengkap dengan NIK, sidik jari dan microchip (pelaksanaannya belum sempurna)
-Usul busway (usul saya busway di jalur lambat)
-Usul asuransi masyarakat miskin (pelaksanaannya belum sempurna)
-Usul layanan perizinan,perpajakan,dll secara online (belum sepenuhnya)
-Usul Pemilu online (baru diadakan di salah satu kabupaten di Bali)
-Usul pengindonesiaan gelar sarjana
-Usul agar lembaga masyarakat atau rutan yang menahan koruptor dan narapidana kaya dilengkapi CCTV dan mesin absensi sistem sidik jari
-Usul agar tiap TKI dibekali HP (baru diumumkan SBY,Jumat, 19 Nopember 2010)
-Dll.
B.Usul-usul yang baru direalisasikan
-Usul agar hasil UN (Ujian Nasional) agar dijadikan salah satu acuan atau syarat untuk mengikuti seleksi ujian masuk ke PTN (Pergguruan Tinggi Negeri).
C.Usul-usul yang belum menjadi kenyataan
-Usul KTP tiga golongan (A.mampu,B.Cukup mampu dan C.Kurang mampu)
-Usul UU Perlindungan Pembantu Rumah Tangga
-Usul sistem genap-ganjil untuk mengatasi kemacetan lalu lintas
-Usul agar plat nopol kendaraan berdasarkan nama kota yang bersangkutan (Misalnya Jakarta= JKT, Yogya = YGY, Bogor = BGR,dst)
-Usul agar pembagian sembako,zakat,daging kurban dll. dilakukan secara door to door
-Usul pemilu gabungan (pilpres,pileg dan pilkada) sekaligus serentak secara online
-Usul Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut (PLTGL) di Selat Bali
-Usul tiap sekolah memiliki perpustakaan sehingga tiap siswa tidak perlu diharuskan membeli buku
-Usul satu juta sarjana pencipta lapangan kerja (kalau usul ini direalisasikan, di Indonesia tidak akan ada pengangguran)
-Usul agar hukuman sistem interval (minimal sekian tahun,maksimal sekian tahun) diganti dengan hukuman sistem flat (korupsi Rp 1 M dihukum sekian tahun, Rp 2 M sekian tahun, dst)
-Usul tes CPNS secara online
-Usul agar syarat untuk menjadi capres,caleg,cagub,cabup dan cawali diperketat. Tidak cuma sekadar syarat administrasi,tetapi juga ada tes IQ,EQ,SQ,AQ,LQ,HQ dan MQ.
-Usul agar ujian nasional dijadikan syarat untuk mengikuti ujian seleksi masuk PTN dan tidak sebagai penentu kelulusan.
-Usul agar subsidi BBM dicabut 100% secara bertahap (20% pertahun) sebab subsidi sangat membebani APBN.
-Usul UU Parpol yang membatasi koalisi parpol maksimal 50% di DPRRI, DPR Tk I dan DPR Tk II. Hal ini agar DPR bisa melakukan pengawasan secara efektif ke pemerintah
-Usul pengawasan Trias Politika.Legislatif mengawasi eksekutif.Eksekutif mengawasi yudikatif dan yudikatif mengawasi legislatif.
-Dll
Boleh saja “klaim” saya ini dibantah.Tidak apa-apa. Yang pasti semua redaksi surat kabar se-Indonesia sudah mengenal nama saya dan tahu isi semua surat pembaca yang pernah saya kirimkan. Bahkan sebagian saya muat di Facebook dan blog/website saya.
Andaikan semua usul saya diterima dan direalisasikan pemerintah, saya yakin Indonesia akan maju pesat bahkan mampu melebihi Malaysia dan Singapura. Masalahnya adalah, meyakinkan pemerintah memang butuh waktu.
Motto saya:
Saya suka mengritik tapi saya siap dengan solusi.
Catatan:
Sekitar 500 surat pembaca saya, arsipnya saya simpan di
http://hariyantoimadha.wordpress.com/
Sumber foto: kaltimpost.co.id
Hariyanto Imadha
Penulis kritik pencerahan
Sejak 1973












