SURAT PEMBACA: Perlu Pendidikan Politik untuk Rakyat

ANDAIKAN ada pertanyaan, apakah semua pemilih yang datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) mengerti politik? Hampir boleh dikatakan 70% di antaranya tidak faham politik. Mereka tahunya ingin memilih calon pemimpin dan calon wakil rakyat. Bagaimana cara memilih yang benar dan bagaimana kriteria calon pemimpin dan calon wakil rakyat yang berkualitas, tentu mereka tidak tahu.

Akibatnya adalah, para pemilih yang 70% tersebut besar kemungkinan salah memilih. Akibatnya, calon pemimpin dan calon wakil rakyat tidak benar-benar pro rakyat. Bahkan pilihan mereka tersangkut kasus korupsi atau kasus-kasus lainnya. Bahkan banyak kebijakan yang lebih pro kapitalis daripada pro rakyat. HampirĀ  semua janji politiknya selama kampanye tak direalisasikan.

Oleh karena itu, perlu adanya Program Pendidikan Politik untuk Rakyat (P3R) agar rakyat tahu politik itu apa, mengerti hak-hak politiknya, memahami kriteria-kriteria calon pemimpin dan wakil rakyat yang bekualitas, tahu apa yang boleh dan apa yang tidak boleh, mengerti cara memilih yang benar dan yang salah dan memahami akibat-akibatnya apabila salah memilih. Jadi, pendidikan ini juga sekaligus merupakan pencerahan politik.

Kegiatan P3R bisa dilaksanakan pemerintah, kalangan perguruan tinggi maupun kalangan LSM. Bisa melalui berbagai media massa ataupun berupa penyuluhan-penyuluhan di berbagai institusi pendidikan, birokrat, kemasyarakatan atau di manapun rakyat berada. Dengan demikian, diharapkan pemilu ataupun pemilukada bisa menghasilkan pemimpin dan wakil rakyat yang berkualitas dan benar-benar pro rakyat. Minimal, rakyat semakin cerdas dalam hal politik.

Hariyanto Imadha
BSD Nusaloka Sektor XIV-5
Jl.Bintan 2 Blok S1/11
Tangerang 15318
About these ads

Komentar ditutup.