PENYALAHGUNAAN kegiatan survei sudah lama dilakukan, terutama di Amerika Serikat. Tujuannya untuk mempengaruhi dan membentuk opini di masyarakat, terutama yang berkaitan dengan politik. Pada pemilu 2004 yang lalu, sebuah lembaga survei secara berkala muncul di MetroTV. Dari waktu ke waktu selalu mengumumkan bahwa SBY merupakan capres yang paling populer dan paling dikehendaki rakyat. Opinipun terbentuk, masyarakatpun terpengaruh dan masyarakat yang sudah “dicuci otak” itupun akhirnya memilih SBY tanpa mengetahui kualitas SBY.Apalagi, 70% pemilih tergolong pemilih yang bodoh (irrasional).
Soal metode survei, bisa saja benar. Apapun metodenya, bisa dipilih yang benar dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dan metode survei yang benar itu tidak bisa dibantah oleh siapapun.Responden atau orang yang dimintai pendapat merupakan objek survei. Pertanyaan yang diajukan tentu sudah disusun secara ilmiah dan bisa dipertanggungjawabkan. Dan kriteria responden tentu bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Hampir tidak mungkin mengadakan survei berdasarkan populasi (seluruh penduduk Indonesia yang jumlahnya sekitar 237 juta orang). Metode yang lazim yaitu berdasar sample. Jumlah sample sekitar 3.000 hingga 5.000 orang yang tersebar di barbagai wilayah dan kota di Indonesia. Untuk itu dibutuhkan biaya survei milyaran rupiah (apabila survei itu benar-benar dilakukan di berbagai wilayah dan kota).
Jika memang jumlah sample-nya sekitar 3.000 hingga 5.000 responden di berbagai wilayah dan kota, sanggupkah Anda mencek dan memverifikasi kebenaran data responden itu dengan cara mengunjungi semua responden di berbagai wilayah dan kota? Sanggupkah Anda mengeluarkan dana milyaran rupiah untuk itu dan tak ada untungnya buat Anda? Tidak mungkin!
Kalau hasil survei quick count 90% bisa dibenarkan. Tetapi, hasil survei sebelum pemilu/pilkada, sulit untuk dipercaya. Oleh karena itu jangan percaya dengan hasil survei politik. Mereka biasanya adalah lembaga survei bayaran demi kepentingan pribadi atau partai politik tertentu saja.
Hariyanto Imadha
BSD Nusaloka Sektor XIV-5
Jl.Bintan 2 Blok S-1/11
Tangerang Selatan
.—————————————————————————————————–
Catatan:
-Terkirim ke 150 surat kabar.
-Sumber foto/gambar: leo4kusuma.blogspot.com











