SURAT PEMBACA: Fatamorgana Ekonomi

EKONOM penganut mazhab kapitalisme sering mendewa-dewakan teori-teori kesuksesan ekonomi tanpa mengaitkan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kedaulatan ekonomi. Mereka mendewa-dewakan angka statistik sebagai simbol kesuksesan ekonomi.

Tanpa menyadari bahwa apa yang mereka katakan merupakan teori-teori ekonomi Barat yang tidak sesuai dengan kondisi Indonesia. Tidak sesuai dengan filsafat ekonomi mazhab ekonomi kerakyatan. Akibatnya, pendapat-pendapat mereka mengecoh dan bahkan menyesatkan masyarakat karena angka-angka tersebut tidak ada efek positif yang signifikan terhadap kemandirian ekonomi.

Yang dibanggakan para ekonom mazhab kapitalisme antara lain:angka pertumbuhan ekonomi tinggi,cadangan devisa tinggi,kurs rupiah stabil,income per capita tinggi,inflasi rendah,angka kemiskinan turun (versi BPS),rasio utang terhadap GDP rendah dan lain-lain.

Kenyataannya: impor garam,kedelai,ikan,lada,cokelat,daging sapi,gandum,gula,sayur mayur,jahe,kentang,buah-buahan,BBM dan impor lain-lain

Kenyataan lain:70% sumber daya alam dikuasai kapitalis asing,70% perbankan dikuasai kapitalis asi,70% jasa telekomunikasi dikuasai kapitalis asing,70% gedung-gedung tinggi dikuasai kapitalis asing,70% perekonomian dikuasai asing

Banyak undang-undang dibuat atas dasar dan demi kepentingan kapitalis asing

dan lain-lain.

Terjebak utang semakin banyak.Dengan bangganya para ekonom tersebut mengatakan utang Indonesia aman sebab rasio utang dan GDP masih bisa ditoleransi.Tapi kalau ditanya, tahun berapa Indonesia bebas utang 100%, para ekonom mazhab kapitalisme cuma “plonga-plongo” .

Angka-angka kesuksesan ekonomi yang dibanggakan para ekonom mazhab kapitalisme tidak ada pengaruhnya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat

Terbukti bahwa angka-angka ekonomi yang dibanggakan para ekonom tersebut tidak punya dampak menaikkan kesejahteraan rakyat secara signifikan. Bahkan masyarakat yang miskin tetap miskin dan tambah miskin.

Di samping itu,biaya pendidikan mahal,biaya kesehatan mahal,ranking Indeks Kualitas Manusia (IKM) atau Human Development Index (HDI) merosot dari peringkat ke 108 menjadi peringkat 124 dari 188 negara yang disurvei,gizi buruk masih banyak,angka buta huruf masih tinggi,gaji TNI/TNI/Polri dan upah buruh masih rendah,angka kemiskinan lebih dari 100 juta orang (kalau menggunakan kriteria kemiskinan internasional atau PBB),pengangguran masih tinggi, pemberantasan korupsi tidak ada kemajuan, (Indeks Persepsi Korupsi (IPK) selama bertahun-tahun tetap bertengger pada angka 2.8), kondisi Lembaga Pemasyarakatan (LP) masih belum manusiawi dan lain-lain.

Akibat cara pandang ekonom-ekonom mazhab kapitalisme, bangsa Indonesia menjadi bangsa yang terpuruk. Kaya sumber daya alam tak tak menikmatinya secara optimal.

Dengan demikian, Indonesia tak memiliki kedaulatan ekonomi. Tak mampu mandiri pangan. Tak mandiri dalam segala bidang.

Angka-angka statistik ekonomi yang dibanggakan pemerintah sejatinya merupakan “fatamorgana ekonomi” yang sangat menyesatkan masyarakat. Sangat mengecoh masyarakat. Sebab tak ada dampak positifnya terhadap peningkatan kesejahteraan dan kemandirian bangsa.

Hariyanto Imadha

BSD Nusaloka Sektor XIV-5

Jl.Bintan 2 Blok S1/11

Tangerang Selatan

 

.—————————————————————————————————–

Catatan:

-Terkirim ke 200 surat kabar

-Sumber gambar: Sumber gambar: netsains.com

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s