DI JAKARTA, saya sudah berkali-kali mencoba naik busTrans busway dari berbagai koridor. Kesimpulan saya, kurang nyaman. Bahkan kadang-kadang tidak nyaman atau sangat tidak nyaman. Bagaimana tidak. Jarak menunggu dari satu bus ke bus berikutnya terasa terlalu lama. Bahkan ketika memasuku busTrans ,terasa penumpang dipaksakan berjubel. Kalau ini diteruskan, saya kawatir nasib busTrans akan sama dengan bus PPD almarhum. Yaitu, banyak yang rusak.
Oleh karena itu, saya mohon dengan hormat bagi pejabat yang berwenang untuk menambah busTrans sebanyak mungkin. Koridornya juga diperbanyak. Usahakan pula jatah berdiri hanya untuk sepuluh orang per busTrans. Jangan dijejal-jejal yang kelihatannya memburu keuntungan. Padahal jangka menengahnya justru merugi karena busTrans akhirnya banyak yang rusak karena terlalu berat bebannya.
Dengan kondisi busTrans yang seperti sekarang ini, mana mungkin pemilik mobil pribadi akan beralih menggunakan busTrans? Tidak mungkin. Masyarakat lebih suka naik mobil pribadi atau motor daripada naik busTrans berjejalan dan lama menunggu datangnya busTrans berikutnya. Apalagi jam berangkat dan pulang kantor.
Hariyanto Imadha
BSD Nusaloka Sektor XIV-5
Jl.Bintan 2 Blok S-1/11
Tangerang Selatan
.—————————————————————————————————–
CATATAN:
-Terkirim ke 200 surat kabar
-Sumber foto: infoindonesia.wordpress.com












