SEKITAR sepuluh tahun yang lalu saya menulis surat pembaca. Judulnya “Sejuta Sarjana Pencipta Lapangan Kerja”. Intinya, jika para sarjana pengangguran diberikan modal, niscaya bisa menciptakan 100 juta lowongan kerja. Dan pemerintah tidak perlu mengirim TKI ke luar negeri.
Pernah ada
Ketika saya kuliah di Yogyakarta sekitar 1980, sudah ada program semacam ini. Yaitu, sarjana yang mau wiraswasta boleh pinjam uang bank dengan jaminan ijasah sarjananya.
Program itu 90% gagal.
Sebab, tidak ada pendampingan dan bidang bisnisnya bukan cabang atau franchise. Juga, tidak berdasarkan hasil survei potensi bisnis
Pengalaman pribadi
Pada 1992 saya pernah membuka usaha di Bekasi. Modal kecil, namun mampu menggaji 25 karyawan. Andaikan ada modal cukup besar, saya yakin mampu mempekerjakan 100 karyawan.
Apa syarat untuk “Program Sejuta Sarjana Pencipta Lapangan Kerja”?
Syarat
1.Sarjana dari PTN atau PTS terakreditasi dan reliable
2.Dipinjami modal yang mampu menyerap 100 tenaga kerja
3.Lulus tes psikologi tentang “mental mandiri”
4.Adanya pendampingan
5.Mampu membuat proposal bisnis
6.Mempunyai kemampuan melakukan survei potensi bisnis
7.Bentuk usaha sebagai cabang atau franchise (waralaba)
8.Harus ada payung hukum dari pemerintah
Katakanlah, sekarang ada 1,5 juta sarjana yang menganggur. Sesudah diseleksi, hanya 1 juta sarjana yang memenuhi syarat. Mereka berhak mendapatkan bantuan permodalan dari pemerintah dengan syarat mengajukan persyaratan administrasi, proposal bisnis yang mampu mempekerjakan 100 karyawan.
Bentuk usaha sebaiknya merupakan sebuah cabang atau sebuah usaha waralaba.
Keuntungan
1.Pemerintah terbantu dalam penciptaan lapangan kerja
2.Sarjana mendapatkan pekerjaan
3.Satu sarjana bisa mempekerjakan 100 karyawan
4.Perusahaan induk atau pusat waralaba beruntung karena tak perlu mengeluarkan modal namun dengan syarat harus memberikan pendampingan berupa jasa konsultasi bisnis.
Apabila sarjana yang bersangkutan diterima sebagai PNS atau pekerjaan yang lebih baik, posisinya bisa digantikan sarjana lain yang memenuhi syarat.
Dengan demikian, 1 juta sarjana akan menciptakan 100 juta lowongan kerja dan pemerintah tak perlu mengirim TKI kecuali TKI berpendidikan tinggi dan punya skill profesional.
Catatan:
-Terkirim ke 200 surat kabar
Sumber gambar: pakwowngeblog.blogspot.com
Hariyanto Imadha
BSD Nusaloka Sektor XIV-5
Jl.Bintan 2 Blok S-1/11
Tangerang











