DARI berbagai sumber, saya merasa prihatin atas manajemen TKI yang sangat buruk. Tidak saja dalam tahap perencanaan, tetapi juga dalam tahap pelaksanaan dan pemantauan. Terutama, saat TKI pulang kembali lewat Bandara Soetta (Soekarno-Hatta. Rata-rata 1.000 TKI pulang melalui bandara tersebut.
Berbagai keluhan atas perlakuan buruk di bandara antara lain TKI yang terlantar beberapa hari karena tidak dapat dengan cepat kembali ke daerah asal.Tidak diberitahu tempat beristirahat sementara.Mnimnya tempat duduk.
Dipaksa menukarkan valas (valuta asing)-nya dengan kurs yang lebih rendah dari market rate, tarif angkutan darat yang jauh lebih mahal dari pada tarif umum dan tidak ada kejelasan mengenai waktu tunggu dalam proses pemulangan .Pungutan/pemerasan terus saja terjadi. Birokrasi yang sangat panjang, sebab ada TKI yang telah tiba jam 10.00 Pagi, baru bisa keluar dari pintu pemeriksaan untuk naik kemobil yang disediahkan pada pukul 21.00. Perilaku kasar petugas.Para petugas tersebut terkesan memaksa dan tidak ramah. Meskipun sudah ditangani oleh Puskopol, tetapi masih ada pemerasan dan penipuan kurs.
Juga masih adanya pemerasaannya dilakukan ditengah jalan,padahal di dalam kendaraan terdapat aparat yang mengawal perjalanan.Tak terpenuhinya hak-hak ansuransi, restitusi pajak, tabungan dan barang-barang bawaan yang tertinggal di luar negeri/di Bandara Soekarno Hatta.Pemerasan dan perlakuan diskriminatif.Tidak ada krisis centre pada pos kedatangan. Barang tertukar/ sengaja dihilangkan untuk dalih berbagai punggutan.Pelayanan yang tidak professional. Fasilitas tempat pelayanan buruk.
Terpaksa membeli sesuatu dengan harga yang sangat mahal.Punggutan liar dari berbagai pihak.Kekerasan pisik dan psikis (dibentak dan sikap tidak ramah).Pelecehan seksual.Perampokan hasil kerja di perjalanan. Masuk perangkap calo dan dijual kembali ke luar negeri.Pemerasan uang dan barang oleh sopir angkutan di perjalanan menuju kampung halaman.Dipindahkan keangkutan lain dan dipunggut biaya tambahan.Dimintai uang tambahan oleh sopir dalam perjalanan pulang.Porter meminta uang layanan kepada TKI .Dan sebagainya.
Mengingat tidak profesionalnya manajemen TKI, maka ada baiknya Menakertrans Muhaimin Iskandar dengan legowo supaya mengundurkan diri saja.
Sumber foto: vivanews.com
Hariyanto Imadha
Facebooker/Blogger
Catatan:
-Terkirim ke 200 surat kabar













bener banget tuh pak….. masih morat-morit…..
TANGGAPAN:
Terima kasih komennya.
ga usah jd mentri lah ga bs ngurusin tki buktiny d bandara masih ada oknum yg tdk brtanggung jwb,mending jadi tki aj pa muhaimin
TANGGAPAN:
Setuju!