DARI berbagai berita, baik yang dimuat di media cetak, elektronik maupun lewat radio, diberitakan umat Ahmadiyah telah bertobat atas kesadarannya sendiri. Kemudian, menyatakan masuk Islam. Sementara itu, berita yang lain mengatakan, umat Ahmadiyah dipaksa membongkar masjidnya, dipaksa bertobat dan masuk ke Islam.
Ada beberapa hal yang kurang logis dari masalah pertobatan umat Ahmadiyah. Antara lain, kenapa musti harus ada TNI. Apakah kalau Ahmadiyah ingin bertobat akan diserang pihak laiin? Kenapa harus ada muspida, apakah itu memang atas permintaan tertulis dari umat Ahmadiyah? Kenapa harus ada kewajiban menandatangani surat pernyataan? Apakah tidak cukup bertobat dan disaksikan pengurus RT/RW dan lurah/kepala desa setempat? Kalau dikatakan semua atas kesadaran mereka, kenapa dari beberapa daerah prosesnya seragam? Tidak mungkin itu dikoordinasikan oleh pengurus Ahmadiyah pusat.
Kalau memang itu berdasarkan persuasi, betapa hebatnya persuasi itu. Hanya dalam waktu luar biasa singkat, para umat Ahmadiyah langsung sadar dan bertobat. Secepat itukah mengubah keyakinan seseorang dan tanpa intimidasi? Jika ya, alangkah bagusnya kalau kegiatan persuasi itu juga diterapkan untuk para koruptor dan calon koruptor agar mereka juga mengubah keyakinannya supaya tidak melakukan korupsi. Alangkah bagusnya kalau persuasi itu diterapkan kepada para pelanggar lalu lintas yang menggunakan jalur busway.
Hariyanto Imadha
BSD Nusaloka Sektor XIV-5
Jl.Bintan 2 Blok S1/11
Tangerang Selatan
.——————————————————————————————————
Catatan:
-Sumber foto: orangmiskin.wordpress.com
-Terkirim ke 200 surat kabar











