SURAT PEMBACA:
Lembaga Survei yang Menjadi Pelacur Politik
SUDAH sejak awal pemilu 2004 saya mencurigai munculnya Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang selalu mempublikasikan hasil-hasil survei politiknya yang ditayangkan melalui MetroTV. Saya curiga, sebab LSI selalu meningkatkan tingkat popularitas SBY. Dengan dalih semua berdasarkan metode ilmiah, seakan LSI melakukan vonis yang tidak boleh dibantah pemirsa.
Saat itu saya sudah menulis surat pembaca agar hasil-hasil survei politik dilarang diumumkan sebelum pemilu atau sebelum hasil pemilu diumumkan secara resmi oleh lembaga resmi KPU.Saya berpendapat bahwa lembaga survei yang melakukan survei, polling ataupun quick count bertujuan menggiring opini masyarakat untuk memilih parpol atau capres tertentu. Banyak kalangan media massa setuju kalau ada pendapat yang mengatakan televisi mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap masyarakat dibandingkan media massa koran, radio atau media massa lainnya.
Akhir-akhir ini kecurigaan saya terbukti. Minimal ada enam lembaga survei yang didanai parpol, capres atau pihak-pihak tertentu untuk memenangkan parpol atau capres tertentu dengan cara menggiring opini masyarakat. Secara sadar atau tidak, beberapa lembaga survei telah menjelma menjadi pelacur-pelacur politik yang rela menggadaikan ilmu statistik demi segepok uang.
HARIYANTO IMADHA
BSD Nusaloka
Jl.Bintan 2 Blok S-1/11
Tangerang
Facebook:indodata@yahoo.com
.—————————————————————————————————-
HARIYANTO IMADHA
Alamat baru:
BSD Nusaloka Jl.Bintan 2 Blok S-1/11 Tangerang
Telepon:021-531-535-94 HP:081-330-070-330
Facebook:indodata@yahoo.com
Website:http://hariyantoimadha.wordpress.com
NPWP:25.684.017.4-501.000
Rek.Bank BRI Cabang Bojonegoro :3846-01-000524-50-6

















